Daftar Nilai Kelas XI

nilai sementara semester ganjil 2010-2011

Jumat, 18 Februari 2011

Dinamika Kelompok Sosial

DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL
Setiap perubahan dalam sikap manusia harus datang melalui pengertian
dan penerimaan dari dalam.
Manusialah satu satunya ciptaan yang dikenal dapat membentuk ulang
dan mencetak ulang dirinya sendiri
dengan mengubah sikap
(dikutip dari Ralph W. Emerson)

Setelah pembahasan ini, siswa diharapkan dapat menjelaskan kembali:
1. Apa yang dimaksud dengan dinamika kelompok social?
2. Faktor apa yang mendorongnya?
3. Dampak apa yang akan timbul dari dinamika social?

A. Pengertian
Menurut Ruth Benedict, pokok persoalan (aspek) yang dikaji dalam Dinamika Kelompok Sosial adalam sbb:
1. Kohesi atau Persatuan
Dalam persoalan kohesi akan terlihat : Tingkah laku para anggota kelompok – seperti proses orang berkelompok, intensitas anggota, arah pilihan dan nilai-nilai yang dianut/berlaku dalam kelompok tersebut.

2. Motif dan Dorongan
Persoalan motif berkisar pada perhatian anggota terhadap kehidupan kelompok – seperti kesatuan kelompok, tujuan bersama, dan orientasi diri terhadap kelompok.

3. Struktur
Persoalan ini terlihat pada bentuk pengelompokkan, bentuk hubungan, perbedaan kedudukan antar anggota, dan pembagian tugas.

4. Pimpinan
Persoalan berkisar pada bentuk-bentuk kepemimpinan, tugas pimpinan, dan system kepemimpinan.

5. Perkembangan Kelompok
Persoalan perkembangan kelompok terlihat dari : perubahan dalam kelompok, perpecahan kelomppok, keinginan anggota untuk tetap berada dalam kelompoknya, dan sebagainya.

Jadi Dinamika Kelompok Sosial adalah =
Perhatikan Kata kuncinya : Dinamika – Kelompok – Sosial
Perhatikan kata-kata kunci yang diberikan Benedict terutama dalam mengartikan Dinamika..

Bahan Diskusi :
1. Masuknya Industrialisasi ke pedesaan mengakibatkan lahan-lahan pertanian berubah menjadi pabrik dan perumahan, sedangkan generasi muda lebih memilih bekerja sebagai buruh pabrik daripada bekerja sebagai petani. Menurut anda, Apakah keadaan tersebut mengindikasikan adanya perkembangan kelompok social?
2. Menurut anda, apa pentingnya kita mempelajari dinamika social ?


B. Faktor-faktor Pendorong Dinamika Kelompok Sosial
1. Extern : 2. Intern :
a. Perubahan Situasi Sosial a. Adanya Konflik Antaranggota Kelompok
b. Perubahan Situasi Ekonomi b. Adanya Perbedaan Kepentingan
c. Perubahan Situasi Politik c. Adanya Perbedaan Paham


C. Proses Perkembangan Berbagai Kelompok Sosial

Tugas Kelompok : Carilah Deskripsi tentang : 1). Kelompok Kekerabatan; 2). Kelompok Okupasional – Klp brdsrkan bakat dan keahlian (org profesi) ; 3) Kelompok Volunter; 4).Masyarakat Pedesaan; 5).Masyarakat Perkotaan; 6). Kenapa Masyarakat Perkotaan lebih Dinamis daripada Masyarakat Pedesaan?

Tugas Individu :
Artikanlah istilah-istilah ilmiah di bawah ini:
1. Dinamis 9. Kohesi 17. Relevan
2. Extended Family 10. Konsentrasi 18. Rular Community
3. Inovasi 11. Mekanisme 19. Sosialisasi
4. Intensitas 12. Modernisasi 20. Spesialisasi
5. Interdependen 13. Motif 21. Urbanisasi
6. Industrialisasi 14. Perubahan Sosial 22. Urban Community
7. Kelompok Okupasional 15. Profesionalitas 23. Volunter
8. Kesatuan Sosial 16. Rasionalitas 24. Motif



MASYARAKAT MULTIKULTURAL

Setelah pembahasan ini, siswa diharapkan dapat menjelaskan kembali:
1. Apa yang dimaksud dengan Masyarakat Multikultural ?
2. Kelompok social apa saja yang mewarnai kehidupan masyarakat multikultural?

Mereka yang sukses itu,
bedanya hanya dia memiliki optimisme dan antusiasme yang lebih lama
dibanding mereka yang gagal
(dikutip dari Ralph W. Emerson)
A. Pengertian
• Coba anda artikan dulu kata pembentuknya ; Masyarakat – Multi – Kultur
• Lalu kira-kira ada hubungannya ga dengan suku, ras, etnis, bahasa, adat istiadat, agama, dll – apa hubungannya dengan Negara ya?
• Beda’ ga dengan masyarakat majemuk?
B. Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Masyarakat Multikultural
1. Keadaan Geografis
Fakta :
Keadaan geografis wilayah Indonesia terdiri dari 17.000 pulau – tersebar di suatu daerah equator sepanjang ±3000 mil dari timur ke barat dan lebih dari 1000 mil dari utara ke selatan.
Sejarah :
Pendatang pertama di kepulauan Indonesia adalah ras australoid yang menyebar di kepulauan Indonesia sekitar 20.000 tahun yang lalu. Menyusul kemudian ras Melanesian Negroid pada sekitar 10.000 tahun yang lalu. Kehadiran ras-ras tersebut terjadi pada zaman Messolithicum. Terakhir datang ras Malayan Mongoloid melalui dua periode: zaman Neolithicum dan zaman Logam sekitar 2500 SM.
 Ras Australoid kemudian pergi ke Australia dan sisa-sisanya ada di Nusa Tenggara Timur dan Papua.
 Ras Melanesian Negroid tinggal di Maluku dan Papua.
 Ras Malayan Mongoloid tinggal di Indonesia bagian Barat (Jawa dan Sumatra)
2. Pengaruh Kebudayaan Asing
Bukti : Agama Islam dari Timur Tengah, Agama Hindu dari Cina dan Jepang, Agama Katolik dari Portugis dan Belanda
3. Kondisi Iklim Yang Berbeda
beda iklim beda pula kebiasaan dan budayanya….
4. Proses Integrasi Bangsa
Proses Integrasi suku bangsa dalam Negara kesatuan Republik Indonesia sekarang ini, paling tidak dipicu oleh 4 (empat) peristiwa penting, yaitu sbb :
 Expansi wilayah Kerajaan Sriwijaya (abad ke VII) dan Majapahit (abad ke XIII) – telah mempersatukan suku-suku bangsa dalam kesatuan politis, ekonomis, dan social.
 Penjajahan Belanda – telah menyatukan suku-suku bangsa dalam perasaan senasib dan cita-cita
 Selama Periode Pergerakan Nasional, para pemuda Indonesia telah menolak kesukuan – Sumpah Pemuda1928 bahkan telah menetapkan bahasa milik suku minoritas Melayu Riau ditetapkan sebagai bahasa Nasional (bukan bahasa milik mayoritas suku jawa saja)
 Proklamasi Kemerdekaan RI – telah mendapatkan dukungan dari seluruh suku bangsa.

C. Keanekaragaman Kelompok Sosial – Dalam Masyarakat Multi Kultural
Diantaranya adalah :
1. Kelompok Etnis
Merupakan bentuk kelomppok yang menampilkan persamaan bahasa, adat kebiasaan, wilayah, sejarah, dan system politik. Kelompok etnis tersebar di seluruh kepulauan Nusantara. Secara garis besar adalah sbb:
 Pulau SUMATRA didiami beberapa suku Aceh, Minangkabau, Melayu, Bengkulu, Batak, Mentawai, Nias, Palembang dan Lampung.
 Pulau KALIMANTAN didiami oleh suku Dayak, Banjar, Melayu, dsb
 Pulau JAWA didiami oleh suku Jawa, Sunda, Badui, Tengger, dan Betawi.
 Pulau SULAWESI didiami oleh suku Minahasa, Sangir, Bolang Mangondo, Toraja, Buton, Bugis, Makasar, dan Mandar.
 Pulau BALI didiami oleh suku Bali Aga = Bali Asli, dan Bali Pendatang = Pelarian dari zaman Majapahit
 Wilayah MALUKU didiami suku Ambon, Kei, Tual, Dobo, Morotai, dsb.
 Pulau PAPUA didiami oleh suku Waigeo, Bantanta, Timika, Asmat, dsb.
 Wilayah NUSA TENGGARA didiami oleh suku Sasak, Dompu, Helong, Timor, Lio, Alor, dsb.
2. Kelompok Agama
Dari adanya perbedaan keyakinan dan agama, maka timbullah kelompok-kelompok social keagamaan, baik yang formal maupun informal seperti MUI (Majlis Ulama Indonesia), KWGI ( Konferensi Wali Gereja Indonesia), PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia), dan WALUBI (Perwalian Umat Budha Indonesia).
3. Kelompok Berdasarkan Stratifikasi Sosial
Dewasa ini kelompok-kelompok social berdasarkan stratifikasi ditentukan bukan hanya oleh aspek ekonomi semata, melainkan juga aspek profesionalitas seseorang. Keinginan untuk maju menyebabkan pendidikan mendapat tempat penting dalam masyarakat industry.

D. Masalah yang Timbul Akibat Keanekaragaman
Diantaranya adalah :
1. Kesenjangan Multidimensional, meliputi :
a. Kesenjangan aspek kemasyarakatan – akibat pemutusan kebijakan publik yang didominasi oleh pihak tertentu.
b. Kesenjangan sosiogeografis – antara Indonesia bagian barat (Jawa) dengan Indonesia bagian timur.
c. Kesenjangan antara Mayoritas dan Minoritas – kesenjangan antara :
 Islam (sbg agama mayoritas) dengan agama lainnya (sbg minoritas)
 Pribumi dan non-pribumi
 Kaya dan miskin
 Elit politik (para petinggi partai, pejabat, Pimpinan Organisasi,dll) dengan masyarakat biasa (akar rumput)
2. Konflik Antar Etnis (suku bangsa)
3. Konflik Antar Pemeluk Agama

E. Alternatif Solusi dari Masalah Keanekaragaman
a. Pendidikan Multikultural – timbulkan kesadaran berkomunikasi lintas budaya, lintas suku, lintas agama, dll. Adalah sebuah kenyataan sekarang ini bahwa disekeliling kita sudah berbaur orang dengan berbagai latar belakang (agama, suku bangsa, ekonomi, pendidikan, dll) dan semua kita saling ketergantungan satu sama lain.
b. Kembangkan sikap Mindfullness – karena sikap tidak peduli terhadap sesama merupakan sikap negative yang dapat memicu gesekan-gesekan dalam masyarakat.
c. Fundamentalisme dan Keterbukaan – Fundamentalisme pada dasarnya adalah memutlakkan pendapat seseorang mengenai kebenaran, ideology, atau agama yang dianut. Fundamentalisme yang negative sangat rentan terhadap pergeseran social dalam masyarakat. Fundamentalisme menutup diri dari dialog dan Keterbukaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar